Nama : Fenti Nurul

Nim   : C14110028

Laskar : 2

Kondisi Pertanian Indonesia

Sektor pertanian merupakan sektor yang mempunyai peranan strategis dalam struktur pembangunan perekonomian nasional. Sektor ini merupakan sektor yang tidak mendapatkan perhatian secara serius dari pemerintah mulai dari proteksi, kredit hingga kebijakan lain tidak satupun yang menguntungkan bagi sektor ini. Program-program pembangunan pertanian yang tidak terarah tujuannya bahkan semakin menjerumuskan sektor ini pada kehancuran.

Pembangunan pertanian Indonesia saat ini belum dapat menunjukkan hasil yang maksimal jika dilihat dari tingkat kesejahteraan petani dan kontribusinya pada pendapatan nasional. Pembangunan pertanian di Indonesia dianggap penting dari keseluruhan pembangunan nasional. Ada beberapa hal yang mendasari mengapa pembangunan pertanian di Indonesia mempunyai peranan penting, antara lain: potensi sumber daya alam yang besar dan beragam terhadap pendapatan nasional yang cukup besar, besarnya terthadap ekspor nasional, besarnya penduduk Indonesia yang menggantungkan hidupnya pada sektor ini, perannya dalam penyediaan pangan masyarakat dan menjadi basisi pertumbuhan di pedesaan. Potensi pertanian Indonesia yang besar namun pada kenyataannya sampai saat ini sebagian besar dari petani masih banyak yang termasuk golongan miskin. Hali ini mengindikasikan bahwa pemerintah pada masa lalu bukan saja kurang memberdayakan petani tetapi juga terhdap sektor pertanian. Pembangunan pertanian pada masa lalu mempunyai beberapa kelemahan, yakni hanya tefokus pada usaha tani, lemahnya dukungan, kebijakan makro, serta pendekatannya yang sentralistik. Akibatnya usaha pertanian Indonesia mempunyai beberapa kelemahan yang didominasi oleh usaha dengan skala kecil, modal yang terbatas, penggunaan teknologi yang masih sederhana, sangat dipengaruhi oleh musim, pasarnya local, berusaha dengan tenaga kerja keluarga sehingga menyebabkan terjadinya infolusi pertanian atau pengangguran tersembunyi, akses kredit teknologi sangat rendah, pasar komoditi pertanian yang dikuasai oleh pedagang besar sehingga terjadi eksploitasi harga yang merugikan petani. Selain itu, ditambah dengan permasalahan-permasalahan yang menghambat pembangunan pertanian di Indonesia seperti pembaruan agrarian yang semakin tidak terkendali, kurangnya penyediaan benih bermutu bagi para petani, kelangkaan pupuk pada saat musim tanam dating, swasembada beras yang tidak meningkatkan kesejahteraan petani dan kasus-kasus pelanggaran hak asasi petani, menuntut pemerintah untuk dapat lebih serius lagi dalam upaya penyelesaian masalah pertanian di Indonesia demi terwujudnya pembangunan pertanian Indonesia yang lebih maju demi tercapainya kesejahteraan masyarakat Indonesia.

Pembangunan pertanian di masa yang akan datang tidak hanya dihadapkan untuk memecahkan masala-masalah yang ada, namun juga dihadapkan pula pada tantangan untuk menghadapi perubahan tatanan di Indonesia yang mengarah pada era demokratisi yakni tuntutan otonomi daerah dan pemberdayaan petani.

Disamping itu, dihadapkan pula pada tantangan untuk mengatisipasi perubahan tatanan dunia yang mengarah pada globalisasi dunia. Oleh karena itu, pembanguan pertanian Indonesia tidak saja dituntut untuk menghasilkan produk-produk pertanian yang berdaya saing tinggi namun juga mampu mengembangkan partumbuhan daerah serta pemberdayaan masyarakat. Ketiga tantangan tersebut menjadi sebuah kerja keras bagi kita apabila menginginkan pertanian kita dapat menjadi pendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat dan dapat menjadi motor penggerak pembangun bangsa.

Adapun beberapa rekomendasi, tawaran,saran, masukan dan juga tuntutan hasil dari pemikiran mahasiswa pertanian Indonesia , yaitu sebagai berikut: optimalisasi program pertanian secara menyeluruh di Indonesia serta menuntut pemanfaatan lahan tidur untuk pertanian yang produktif dan ramah lingkungan, regulasi konversi lahan dengan ditetapkannya kawasan lahan abadi yang eksisitensinya dilindungi oleh undang-undang, penguatan system kelembagaan tani dan pendidikan kepada petani, berupa program insentif usaha tani, program perbankan pertanian, pengembangan pasar dan jaringan pemasaran yang berpihak kepada petani, serta pengembangan industrialisasi yang berbasis pertanian atau pedesaan dan mempermudah akses-skses terhadap sumber-sumber informasi IPTEK, Indonesia harus mampu keluar dari WTO dan segala bentuk perdagangan bebas dunia pada tahun 2014, perbaikan infrastruktur pertanian dan peningkatan teknologi tepat guna yang berwawasan pada konteks kearifan local serta pemanfaatan secara maksimal hasil-hasil penelitian ilmuwan local, mewujudkan kedaulatan pangan di Indonesia, peningkatan mutu dan kesejahteraan penyuluh pertanian dan memberlakukan undang-undang perlindungan atas hak asasi petani, memposisikan pejabat dan petugas di setiap instansi maupun institusi pertanian dan perkebunan sesuai dengan bidang keilmuwannya masing-masing, mewujudkan segera reforma agraria, perimbangan muatan pengembangan informasi yang berkaitan dengan dunia pertanian dan penyusunan konsep jam tayang khusus untuk publikasi dunia pertanian di seluruh media massa yang ada, bimbingan lanjutan bagi lulusan bidang pertanian yang terintegrasi melalui penumbuhan wirausahawan dalam bidang pertanian berupa pelatihan dan pemagangan, memberantas mafia-mafia pertanian, melibatkan mahasiswa dalam program pembangunan pertanian melalui pelaksanaan bimbingan missal pertanian, peningkatan daya saing mahasiswa dalam kewirausahaan serta dana pendampingan untuk program-program kemahasiswaan. Banyak hal-hal yang harus kita lakukan dalam mengembangkan pertanian yang akan datang. Kesejahteraan petani dan keluarganya merupakan tujuan utam yang menjadi prioritas dalam melakukan program apapun. Tentu hal itu tidak boleh menguntungkan kesejahteraan sendiri namun diarahkan untuk mencapai pondasi yang kuat pada pembangunan nasional. Dimana pembangunan itu adalah penciptaan system dan tata nilai yang lebih baik hingga terjadi keadilan dan tingkat kesejahteraan yang tinggi. Pembangunan pertanian harus mengantisipasi tantangan demikratisasi dan globalisasi untuk dapat menciptakan system yang adil. Selain itu, harus diarahkan untuk mewujudkan masyarakat yang sejahtera, khususnya petani melalui pembangunan system pertanian dan usaha pertanian yang kuat dan mapan. Dimana system tersebut harus dapat berdaya saing, berkerakyatan, dan berkelanjutan desentralistik.

 

PERTANIAN INDONESIA
February 2015
S M T W T F S
« Aug    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
kalendar